Kamis, 11 Juni 2009

10 Tahun Umak Meninggal

Hari ini tepat tanggal 11 Juni 2009, 10 tahun sudah Umak (bhs palembang panggilan untuk Ibu) meninggalkanku dan keluarga besarku..... Aku tidak tau kalu hari itu adalah hari terakhir aku bertemu dengan Umak ku.
Tidak seperti biasannya saat Semesteran Pendek aku disuruh pulang oleh Umak.... padahal biasanya tidak. Umak menangis di telpon menyuruh aku pulang untuk menemaninya di rumah kami di Baturaja Sumatera Selatan... Saat itu aku lagi kuliah di Universitas Islam Indonesia Jurusana Teknik Sipil Angkatan '96. Akhirnya aku pulang juga ke Baturaja memenuhi keninginan Umak untuk bertemu dengan ku. Aku di sampai di Baturaja hanya 3 hari bertemu dengan Umak, karena Umak akhirnya meninggal... Kejadian itu sangat-sangat tidak bisa aku lupakan... Aku yang bungsu dari 7 bersaudara masih sangat manja kepada Umak, tidur pun aku masih sama Umak... karena Umak tau aku itu anaknya sangat penakut. Tapi karena aku di kamar sendirian aku akhirnya selama 3 hr itu tidur sama Umak...
Saat tanggal 11 Juni 1999, keponakanku datang menemaniku untuk tidur di kamar ku sendiri, karena Umak gak mau kalau aku sering tidur sama Umak.... padahal biasanya Umak gak apa-apa aku tidur sama Umak. Gak tau malam itu adalah malam terakhir Umak di dunia ini.
Tepat jam 9 malam kami masuk ke kamar masing-masing... Umak ke kamarnya, dan aku dikamarku disebelah kamar Umak. Aku masuk kekamarku tidak bisa tidur... aku gak tau serasa ada beban di kakiku untuk aku pindah ke kamar Umak... karena saat aku gak bisa tidur aku pengen tidur di kamar Umak. Selang berapa lama ada teriakan dari dalam kamar Umak, teriakan minta tolong.... Ya ALLAH apa yang terjadi sama Umak... cepat-cepat aku bergegas masuk ke kamar Umak, ternyata Umakku ada di dalam kamar mandi habis buang hajat, tapi ternyata BAB Umak itu sudah hitam seperti BAB orang meninggal. Aku panik sekali saat itu. Aku angkat Umak ke kasur.. Umak masih bisa ngomong dia berkata "Umak gak bisa benapas... tolong dikipasi" itu kata Umak" aku tuntun Umak untuk mengambil napas perlahan-lahan, tapi itu tidak bisa membantu... Ya ALLAH aku sendirian Umak terkena penyakit Angin Duduk kalo kata orang, sedangkan keponakanku masih kecil2 gak bisa apa-apa. Bak pergi mengantar kakak ku yg no 1 dan keluarganya pulang ke rumahnya. Pada siapa aku minta tolong?? akhirnya aku pencet no telpon saudara yang sdh bertahun-tahun aku gak tau no telponnya. Tapi malam itu aku bisa menelpon saudara itu yang rumahnya tidak jauh dari rumahku dengan benar, dan ngomong kalo Umak sakit. Aku lari keluar dan teriak "Tolong...tolong..." Ya ALLAH MAHA BESAR ENGKAU... sewaktu aku teriak ada mobil Pickup lewat dan langsung berhenti di depan rumah, dan orang-orangpun berdatangan ke rumah ku untuk menolong Umak. Akhirnya Umak dan aku di bawa ke mobil dan langsung menuju ke rumah sakit. Ternyata di perjalanan Umak sudah menghembuskan napas terakhirnya untuk selama-lamanya.... Tapi aku tidak diberitahu bahwa Umak sudah meninggal dan tetap di bawa ke rumah sakit, tapi sampai di rumah sakit, dicek semua memang Umak sudah meninggal Innalillahiwa'innaillaihiroji'un.
Ya ALLAH Engkau ambil Umakku tersayang.... Hati ku hancur ya ALLAH, aku belum bisa memberikan kesenangan lahir dan bathin untuk Umak. hancur ya ALLAH, kuliah belum selesai... masih banyak yang aku tanggung dan pikul.
Akhirnya Bak datang ke rumah sakit dan menangis melihat Umak sudah menjadi mayat... dan aku pulang ke rumah mempersiapkan semua untuk terakhir kalinya Umak di dunia.
Semalaman aku gak bisa tidur... aku pegangin trus kaki Umak dari jam 9 sampai pagi... Umak benar-benar sudah meninggal kakinya dingin menusuk.
Pagi harinya aku gak kuat dan akhirnya aku pingsan dan lemas... aku hanya bisa menangis dan menangis melihat jenazah Umak di tutupi kain dan orang-orang membacakan Yasin untuk Umak. Ya ALLAH MAHA SEGALA-GALANYA ENGKAU.... Kakak dan Ayukku datang satu persatu menciumi Umak, sesungging senyuman menghias di bibir pucat Umak... Ya ALLAH Umak tersenyum... Umak senyum melihat anak-anaknya datang satu persatu. Kuatkan ku ya ALLAH, kuatkan aku..
Kini aku sudah mempunyai suami dan seorang anak yang akan menemaniku sampai kapanpun.
Merekalah pengganti orang tuaku... tempat aku berbagi suka dan duka...
Trimakasih Ya ALLAH...
Untuk Umak Nun Jauh di sana....
Umak.... Sri kangen sama Umak
Sri rindu Umak... datanglah ke mimpi ku Mak..
Sri juga sayang Bak...
Tenanglah Umak dan Bak di sisi YANG MAHA PENCIPTA.

Anakmu yang sangat merindukanmu
Ayu Sri Nirmala